Rabu, 25 Agustus 2010

PENERAPAN SIKLUS BORN-HABER DALAM MENJELASKAN PEMBENTUKAN SENYAWA IONIK

Posting yang satu ini sebenarnya dalam bentuk makalah. Banyak gambar dan rumus kimia yang so pasti sulit diposting. Jadi bagi temen-temen yang mau dapet aslinya, silahkan download disini.

Senyawa kimia dapat terbentuk karena atom-atom penyusunnya mengadakan ikatan kimia. Ada dua macam ikatan kimia yaitu ikatan ionik dan ikatan kovalen. Ikatan ionik terbentuk karena adanya interaksi elektrostatik antara ion-ion yang berlawanan muatan. Kestabilan suatu senyawa kimia dapat diramalkan berdasarkan konfigurasi elektron dari spesies-spesies penyusunnya. Senyawa ionik yang ion-ionnya memenuhi aturan oktet cenderung bersifat stabil, demikian pula halnya dengan senyawa kovalen yang atom-atomnya memenuhi aturan oktet akan membentuk  senyawa yang stabil.

Siklus Born-Haber yaitu suatu siklus yang dibentuk dengan menggunakan data entalpi. Entalpi kisi secara tidak langsung dihitung dari nilai perubahan entalpi dalam tiap tahap menggunakan ini. Setiap langkah yang dilalui melibatkan energi dengan perubahannya masing-masing, sampai terbentuknya sebuah kristal senyawa ionik.  Ketika satu mol kation dan satu mol anion dalam bentuk gas didekatkan dari jarak tak terhingga sampai kedudukannya setimbang dalam kisi kristal, maka akan ada energi yang dilepaskan. Energi inilah yang disebut dengan energi kisi. 

Entalpi (H) merupakan panas reaksi yang diukur pada tekanan tetap. Dimana perubahan yang terjadi pada entalpi sama dengan panas yang diserap sistem pada tekanan tetap. Jadi, pada reaksi kimia ΔH menyatakan panas (kalor) reaksi pada tekanan tetap. Entalpi sistem merupakan fungsi keadaan, yang harganya tidak tergantung pada jalannya perubahan tetapi hanya bergantung pada keadaan awal dan keadaan akhir (Hukum Hess).

Entalpi pembentukan standar kristal ion dari unsur-unsurnya disebut ΔHf yang merupakan gabungan dari perubahan energi secara keseluruhan. Panas pembentukan standar (ΔH­fo) digunakan dalam menentukan panas reaksi standar berbagai macam perubahan kimia. Dimana pada perhitungan tersebut, ΔH­fo unsur-unsur dalam bentuknya paling stabil pada 298K, 1 atm dengan satuan kJ mol-1

Energi ionisasi atau potensial ionisasi, yaitu energi yang diperlukan untuk melepaskan elektron terluar dari atom. Energi ini sangat penting dalam pembentukan senyawa ionik. Semakin kecil energi ionisasinya, maka senyawa yang terbentuk juga semakin mudah. Energi ionisasi ini biasanya dimiliki oleh atom-atom logam untuk golongan IA dan IIA dalam tabel sistem periodik.

Afinitas elektron adalah besarnya energi yang dilepas atau diserap oleh atom netral dalam wujud gas pada penangkapan satu elektron untuk membentuk ion negatif. Semakin besar energi afinitasnya, maka atom tersebut akan semakin mudah membentuk ion negatif. Dengan demikian, senyawa ionik yang terbentuk juga semakin mudah. Afinitas elektron ini biasanya dimiliki oleh atom-atom non logam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mohon dukungan dan Komentarnya...